Senin, 14 Maret 2011

Profesor Yang Menganggap Agama Sebuah Mitos


ernyata pintar tidak menjamin seseorang bisa memahami sebuah agama contonya saya ada seorang profesor yang sangat terkenal yang mengatakan agama adalah mitos belaka.
Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada? Apakah kejahatan itu ada? Apakah Tuhan menciptakan kejahatan? Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswanya dengan pertanyaan ini,
"Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?".

Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, "Betul, Dia yang menciptakan semuanya".

"Tuhan menciptakan semuanya?" Tanya professor sekali lagi.

"Ya, Pak, semuanya" kata mahasiswa tersebut.

Profesor itu menjawab, "Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan."

Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut.

Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos.

Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, "Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?"

"Tentu saja," jawab si Profesor

Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, "Profesor, apakah dingin itu ada?"

"Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Apakah kamu tidak pernah sakit flu?" Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.

Mahasiswa itu menjawab, "Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas."

Mahasiswa itu melanjutkan, "Profesor, apakah gelap itu ada?"

Profesor itu menjawab, "Tentu saja gelap itu ada."

Mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi anda salah, Pak.Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya."

Akhirnya mahasiswa itu bertanya, "Profesor, apakah kejahatan itu ada?"

Dengan bimbang professor itu menjawab, "Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan."

Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi Anda salah, Pak. Kejahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kajahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kejahatan. Kejahatan adalah hasil dari tidak hadirnya Tuhan dihati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya."

Profesor itu terdiam.

Nama mahasiswa itu adalah Albert Einstein.

Selasa, 22 Februari 2011

Doa untuk Ibu & Bapakku...


Ya Allah, rendahkanlah suaraku bagi mereka,

Perindahlah ucapanku di depan mereka.

Lunakkanlah watakku terhadap mereka dan

Lembutkanlah hatiku untuk mereka.


Ya Allah, berilah mereka balasan yang sebaik-baiknya

atas didikan mereka padaku dan Pahala yang besar

atas kesayangan yang Mereka limpahkan padaku,

Peliharalah mereka sebagaimana mereka memeliharaku

.

Ya Allah, apa saja gangguan yang telah mereka rasakan,

atau kesusahan yang mereka derita karena aku,

atau hilangnya sesuatu hak mereka karena perbuatanku,

jadikanlah itu semua penyebab rontoknya dosa-dosa mereka,

meningginya kedudukan mereka dan bertambahnya pahala kebaikan mereka dengan perkenan-Mu,

Ya Allah sebab hanya Engkaulah yang berhak membalas kejahatan dengan kebaikan berlipat ganda.


Ya Allah, bila magfirah-Mu telah mencapai mereka sebelumku,

izinkanlah mereka memberi syafa'at untukku.

Tetapi jika magfirah-Mu lebih dahulu mencapai diriku,

maka izinkahlah aku memberi syafa'at untuk mereka,

sehingga kami semua berkumpul bersama dengan santunan-Mu

di tempat kediaman yang dinaungi kemulian-Mu, ampunan-Mu serta rahmat-Mu.


Sesungguhnya Engkaulah yang memiliki Karunia Maha Agung,

serta anugerah yang tak berakhir

dan Engkaulah yang Maha Pengasih Di antara semua pengasih.

Jumat, 11 Februari 2011

Legenda Pribadi


Seorang teman mengingatkanku kembali pada frase itu. Kenangan yang terbingkai dalam suatu ruang dan waktu di masa lalu, mempertemukan beragam orang dengan kesamaan: pemimpi. Menantang realitas, mencoba mendobrak statistika tentang peluang. Sebagian berhasil, lainnya masih terus mencari, dan kadang mempertaruhkan semuanya tentang itu. Ah, betapa aku merindukan masa-masa itu... Tanpa tanggung jawab, dikelilingi dengan orang-orang yang menyukaimu hanya karena dirimu, keluarga tanpa ikatan darah.

Namun di balik dunia yang hanya menawarkan warna ceria tersebut kini mulai menyibak duka. Kehilangan, kesedihan, kegagalan, dan jarak. Bagaimana hal tersebut mampu meluluh lantakan semua yang pernah ada. Tapi ini kehidupan, di kala semuanya tampak suram, senantiasa ada sepercik sinar yang menjadi tanda bagi harapan. Sebuah celah yang menyiratkan lalu tak prnah sepenuhnya musnah. Segala kebersamaan itu tak pernah sia-sia. Di kala kau membutuhkan bantuan, akan ada orang-orang bisa diandalkan. Kadang bahkan permintaan itu seperti sebuah oase di tengah ladang gersang. Kala kau merasa dunia tak membutuhkanmu, sebuah harapan yang diletakkan ke atas pundakmu menjadi berkah. Kau berharga!

Aku pikir itulah kehidupan. Gelap bukanlah lawan dari cahaya, melainkan ketiadaan. Satu spektrum. Gak perlu jadi Superman atau bahkan Wonder woman, kita hanya perlu melewatinya untuk dapat memahami kehidupan ini...

Selasa, 08 Februari 2011

Hidup itu......


Kenang lama tengah keheningan
Di kelam kesunyian malam
Hanya menggaung kaki tak terperanjak
Membisu di pertapaan malam
Sampai denting hati di titik nol
Arti hakiki di cari cari
Ayat ayat kasih di peluk

Melukis kabut tanpa dimensi
Di berapa langkah tubuh singgah
Seberapa jauh jejak sampai manusia lacak
Hidup itu hidup
Hidup tak di kata

Menuai sepenggalah kata dengan memecah asa kemustakhilan
Selaksa angan buta
Larut di arus deras mimpi
Jauh menjauh
Semakin jauh diri memandang hati
Menilai diri semakin asing

NB : Dari kata yang jauh terpelesat mungkin tak kau temukan arti tersirat, dari sajak sajaknya hanya dialog setan yang tak terjemahkan,kata kata pedat,sesat.pergelaran kata kata tersendat di saat saat istirah. Beragam arti kehidupan, ketahuilah ia tetap dan terus berjalan, hilangkan arti teori,hidup itu praktek ( tak hanya sekedar perjuangan ).Bahkan tak enggan orang beranggapan hidup itu sudah susah,kenapa juga masih kau pikirkan yang susah susah ( arti kehidupan ). Di rambatan renungan kesunyian berpautan setitik pencerahan....

Senin, 07 Februari 2011

Irisan Manusia Brengsek


Mungkinkah kau mengetahui sesuatu itu sepenuhnya benar ketika mengambil keputusan? Tak pernah ada kepastian, hingga akhirnya kau menjalani sesuatu dan mendapati ada hal-hal yang berjalan tidak sesuai rencana, atau sebaliknya, berjalan jauh lebih baik daripada yang kau harapkan. Hal inilah yang sering aku temukan ketika kepingan hidupku beririsan dengan orang-orang baru. Ada hal-hal kecil yang juga menjadi bagian dari kehidupan orang lain. Kesukaan-kesukaan yang sama, mimpi yang sama, irisan yang membuat kehidupan tak pernah sepi.

Senang dengan dunia yang tersenyum :)

Jumat, 04 Februari 2011

Once Last Night " Jalani Saja "


Once Last Night

Jalani saja,
tidaklah perlu menerka
janganlah berprasangka lebih
karena itu hanya akan membebani
yang buat kita tidak akan berpindah
hanya ada di tempat yang sama
selamanya, sampai kita tidak tahu kapan


utsukushii fun'iki wo tsukuridashi te kure te arigatō ..

Rabu, 02 Februari 2011

GARA GARA LILIN


Ny. O'Reilly yang sedang berjalan, berpapasan dengan Pastur O'Flannagan.

Pastur berkata, " Hai Ny . O'Reilly ... bagaimana kabar suami anda?
Bukankah saya yang menikahkan anda berdua kira-kira lima tahun yang lalu?

" Ya, memang andalah yang menikahkan kami, Pastur", jawab Ny. O'Reilly.

Lalu Pastur bertanya lagi, "Berapa anak anda sekarang?"

"Oh ... belum ada Pastur, kami belum mempunyai anak satupun."

"Baiklah, minggu depan aku akan pergi ke Roma, di sana aku akan berdoa dan menyalakan sebuah lilin untukmu", kata Pastur.

Bertahun-tahun kemudian, mereka bertemu lagi di jalan dan Pastur bertanya,
"Ny. O'Reilly apakah anda sudah mempunyai anak?"

"Oh sudah Pastur, saya mempunyai tiga pasang anak kembar, dan 4 orang anak yang tidak kembar, jadi semuanya ada sepuluh orang." jawab Ny. O'Reilly.

Lalu Pastur berkata,"Wow, bukankah itu sangat luar biasa!!
Lalu bagaimana keadaan suamimu?"

"Dia sedang pergi ke Roma", jawab Ny. O'Reilly

"Ke Roma???
Ada urusan apa dia berangkat ke Roma?", tanya Pastur.

"Mencoba mematikan lilin yang Pastur nyalakan." Jawab Ny. O'Reilly.