
ernyata pintar tidak menjamin seseorang bisa memahami sebuah agama contonya saya ada seorang profesor yang sangat terkenal yang mengatakan agama adalah mitos belaka.


Ya Allah, rendahkanlah suaraku bagi mereka,
Perindahlah ucapanku di depan mereka.
Lunakkanlah watakku terhadap mereka dan
Lembutkanlah hatiku untuk mereka.
Ya Allah, berilah mereka balasan yang sebaik-baiknya
atas didikan mereka padaku dan Pahala yang besar
atas kesayangan yang Mereka limpahkan padaku,
Peliharalah mereka sebagaimana mereka memeliharaku
.
Ya Allah, apa saja gangguan yang telah mereka rasakan,
atau kesusahan yang mereka derita karena aku,
atau hilangnya sesuatu hak mereka karena perbuatanku,
jadikanlah itu semua penyebab rontoknya dosa-dosa mereka,
meningginya kedudukan mereka dan bertambahnya pahala kebaikan mereka dengan perkenan-Mu,
Ya Allah sebab hanya Engkaulah yang berhak membalas kejahatan dengan kebaikan berlipat ganda.
Ya Allah, bila magfirah-Mu telah mencapai mereka sebelumku,
izinkanlah mereka memberi syafa'at untukku.
Tetapi jika magfirah-Mu lebih dahulu mencapai diriku,
maka izinkahlah aku memberi syafa'at untuk mereka,
sehingga kami semua berkumpul bersama dengan santunan-Mu
di tempat kediaman yang dinaungi kemulian-Mu, ampunan-Mu serta rahmat-Mu.
Sesungguhnya Engkaulah yang memiliki Karunia Maha Agung,
serta anugerah yang tak berakhir
dan Engkaulah yang Maha Pengasih Di antara semua pengasih.

Namun di balik dunia yang hanya menawarkan warna ceria tersebut kini mulai menyibak duka. Kehilangan, kesedihan, kegagalan, dan jarak. Bagaimana hal tersebut mampu meluluh lantakan semua yang pernah ada. Tapi ini kehidupan, di kala semuanya tampak suram, senantiasa ada sepercik sinar yang menjadi tanda bagi harapan. Sebuah celah yang menyiratkan lalu tak prnah sepenuhnya musnah. Segala kebersamaan itu tak pernah sia-sia. Di kala kau membutuhkan bantuan, akan ada orang-orang bisa diandalkan. Kadang bahkan permintaan itu seperti sebuah oase di tengah ladang gersang. Kala kau merasa dunia tak membutuhkanmu, sebuah harapan yang diletakkan ke atas pundakmu menjadi berkah. Kau berharga!
Aku pikir itulah kehidupan. Gelap bukanlah lawan dari cahaya, melainkan ketiadaan. Satu spektrum. Gak perlu jadi Superman atau bahkan Wonder woman, kita hanya perlu melewatinya untuk dapat memahami kehidupan ini...





Ah..... Kata yang satu ini tak pernah tak disebutkan oleh sejuta umat dimuka bumi ini barang sedetik pun. Entah lewat deklarasi para pemuda pemudi ( Eh ga muda mudi aja ko, Ncang Ncing Nyak Babe juga boleh mendeklarasikannya, tentu saja dalam bingkai yang halal dan thoyyib), kemudian lewat lagu lagu melankolis yang menyayat-nyayat hati yang seringkali amat berlebihan (baca:lebay), ditambah puisi-puisi dahsyat melesat penuh dramatisasi, personifikasi dan metafora tentang bahagia dan nelangsa yang disebabkan cinta ( Terkapar... hatiku terkapar, hayah!) .Bahkan sinetron di TV ga mau kalah dengan memasang judul sederhana nan menjual “Cinta Fitri”, “Cinta Indah”, “Cinta Bunga”.... Besok cinta apa lagi ya.....”Cinta Uangmu” “cinta BMWmu” wah ini mah namanya matre!
Tidak perlu tertenduk lesu kawan.
Pertama-tama selamat kepada Malaysia. Saya dan sebagian besar penduduk Indonesia pastinya setuju, Upin dan Ipin bermain jauh lebih baik dalam pegelaran piala ini. Sebagai bangsa yang besar, seharusnya kita juga menunjukkan jiwa yang besar. Mengucapkan selamat kepada lawan yang sudah unggul kepada kita adalah tindakan yang sportif dan menurut saya itu adalah pemenang sejati dalam pertandingan.
Tidak perlu tertenduk lesu kawan.
Bahwa harapan itu masih ada. Permainan yang ditampilkan Indonesia malam ini sejujurnya terbaik dalam 4 tahun terakhir. Menurut saya, lebih baik ketika kita menjadi tuan rumah piala Asia 2007. Ketika kita mengalahkan Bahrain, permainan timnas kita beruntung. Timnas malam ini jauh lebih baik daripada itu dan saya yakin, kita mestinya bisa bermain lebih baik dan sempurna lagi.
Tidak perlu tertenduk lesu kawan.
Bahwa kekalahan akan mengajarkan kita pada proses pendewasaan kita. Proses pendewasaan agar kita terlatih menjadi seorang jawara. Bukankah seorang jawara harus melewati yang namanya terjatuh terlebih dahulu, baru kemudian menjadi pemenang? Malaysia lebih baik pada malam ini dan Malaysia lebih beruntung karena terjatuh lebih dahulu daripada kita. Tapi bukankah, proses pendewasaan tidak mengenal waktu? tidak ada kata terlambat untuk semua ini.
Tidak perlu tertenduk lesu kawan.
Kita masih punya penonton luar biasa, yang mau berkorban nyawa hanya untuk menonton timnas di stadion kebesaran kita? Penonton Malaysia mungkin sama hebohnya ketika mereka bertanding di kandangnya, tapi tahukah Stadion mereka hanya terisi 2/3 untuk pendukung Malaysia dan kita yang mengisi 1/3 nya. Bahwa kita masih bersyukur, selalu ada orang-orang yang mau mengorbankan sesuatu untuk melihat kita, melihat permainan kita. 80 ribu dan semua berwarna MERAH adalah pemain ke 12, mereka semua cuma mau satu, bahwa kita tidak akan pernah di stadion kebanggan presiden pertama kita.
Tidak perlu tertenduk lesu kawan.
Iya tidak perlu lesu, penyesalan hanya akan menjadikan kita sebagai seorang pecundang. Yang tidak bisa memperbaiki diri dan mudah berputus asa. Kalian sudah menjadi pahlawan kami apapun hasilnya sebenarnya. Kalian sudah membangkitkan mimpi penduduk Indonesia, bahwa sebenarnya kita masih punya harapan. Bahwa kita adalah bangsa yang besar dan kita adalah calon JUARA BARU !.
Semangat Indonesia!,
Bahwa harapan itu masih ada :)

Beliau berkata, "Ur country is so rich!"
Ah biasa banget denger kata2 itu. Tapi tunggu dulu... "Indonesia doesn't need the world, but the world needs Indonesia," lanjutnya. "Everything can be found here in Indonesia, U don't need the world."
"Mudah saja, Indonesia paru2 dunia. Tebang saja hutan di kalimantan, dunia pasti kiamat. Dunia yg butuh Indonesia! Singapura is nothing, we can't be rich without Indonesia.. 500.000 org Indonesia berlibur ke Singapura tiap bulan.. Bisa terbayang uang yg masuk ke kami, apartemen2 terbaru kami yg beli org2 Indonesia, ga peduli harga selangit, laku keras.
Lihatlah RS kami, org Indonesia semua yg berobat. Trus, kalian tau bgmna kalapnya pemerintah kami ketika asap hutan Indonesia masuk? Ya, bener2 panik. Sangat terasa, we are nothing. Kalian tau kan kalo Agustus kmrn dunia krisis beras. Termasuk di Singapura dan Malaysia? Kalian di Indonesia dgn mudah dpt beras..
Liatlah negara kalian, air bersih di mana2, liatlah negara kami, air bersih pun kami beli dari Malaysia. Saya ke Kalimantan pun dlm rangka bisnis, krn pasirnya mengandung permata. Terliat glitter kalo ada matahari bersinar. Penambang jual cuma Rp 3.000/kg ke pabrik china, si pabrik jual kembali seharga Rp 30.000/kg.
Saya liat ini sbg peluang.. Kalian sadar tidak kalo negara2 lain selalu takut meng-embargo Indonesia?! Ya, karena negara kalian memiliki segalanya. Mereka takut kalau kalian menjadi mandiri, makanya tidak di embargo. Harusnya KALIANLAH YG MENG-EMBARGO DIRI KALIAN SENDIRI.
Belilah pangan dr petani2 kita sendiri, belilah tekstil garmen dr pabrik2 sendiri.. Tak perlu impor klo bs produk sendiri. Jika kalian bs mandiri, bisa MENG-EMBARGO DIRI SENDIRI, INDONESIA WILL RULE THE WORLD!! :)