Senin, 14 Maret 2011

Profesor Yang Menganggap Agama Sebuah Mitos


ernyata pintar tidak menjamin seseorang bisa memahami sebuah agama contonya saya ada seorang profesor yang sangat terkenal yang mengatakan agama adalah mitos belaka.
Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada? Apakah kejahatan itu ada? Apakah Tuhan menciptakan kejahatan? Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswanya dengan pertanyaan ini,
"Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?".

Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, "Betul, Dia yang menciptakan semuanya".

"Tuhan menciptakan semuanya?" Tanya professor sekali lagi.

"Ya, Pak, semuanya" kata mahasiswa tersebut.

Profesor itu menjawab, "Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan."

Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut.

Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos.

Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, "Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?"

"Tentu saja," jawab si Profesor

Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, "Profesor, apakah dingin itu ada?"

"Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Apakah kamu tidak pernah sakit flu?" Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.

Mahasiswa itu menjawab, "Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas."

Mahasiswa itu melanjutkan, "Profesor, apakah gelap itu ada?"

Profesor itu menjawab, "Tentu saja gelap itu ada."

Mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi anda salah, Pak.Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya."

Akhirnya mahasiswa itu bertanya, "Profesor, apakah kejahatan itu ada?"

Dengan bimbang professor itu menjawab, "Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan."

Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi Anda salah, Pak. Kejahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kajahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kejahatan. Kejahatan adalah hasil dari tidak hadirnya Tuhan dihati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya."

Profesor itu terdiam.

Nama mahasiswa itu adalah Albert Einstein.

Selasa, 22 Februari 2011

Doa untuk Ibu & Bapakku...


Ya Allah, rendahkanlah suaraku bagi mereka,

Perindahlah ucapanku di depan mereka.

Lunakkanlah watakku terhadap mereka dan

Lembutkanlah hatiku untuk mereka.


Ya Allah, berilah mereka balasan yang sebaik-baiknya

atas didikan mereka padaku dan Pahala yang besar

atas kesayangan yang Mereka limpahkan padaku,

Peliharalah mereka sebagaimana mereka memeliharaku

.

Ya Allah, apa saja gangguan yang telah mereka rasakan,

atau kesusahan yang mereka derita karena aku,

atau hilangnya sesuatu hak mereka karena perbuatanku,

jadikanlah itu semua penyebab rontoknya dosa-dosa mereka,

meningginya kedudukan mereka dan bertambahnya pahala kebaikan mereka dengan perkenan-Mu,

Ya Allah sebab hanya Engkaulah yang berhak membalas kejahatan dengan kebaikan berlipat ganda.


Ya Allah, bila magfirah-Mu telah mencapai mereka sebelumku,

izinkanlah mereka memberi syafa'at untukku.

Tetapi jika magfirah-Mu lebih dahulu mencapai diriku,

maka izinkahlah aku memberi syafa'at untuk mereka,

sehingga kami semua berkumpul bersama dengan santunan-Mu

di tempat kediaman yang dinaungi kemulian-Mu, ampunan-Mu serta rahmat-Mu.


Sesungguhnya Engkaulah yang memiliki Karunia Maha Agung,

serta anugerah yang tak berakhir

dan Engkaulah yang Maha Pengasih Di antara semua pengasih.

Jumat, 11 Februari 2011

Legenda Pribadi


Seorang teman mengingatkanku kembali pada frase itu. Kenangan yang terbingkai dalam suatu ruang dan waktu di masa lalu, mempertemukan beragam orang dengan kesamaan: pemimpi. Menantang realitas, mencoba mendobrak statistika tentang peluang. Sebagian berhasil, lainnya masih terus mencari, dan kadang mempertaruhkan semuanya tentang itu. Ah, betapa aku merindukan masa-masa itu... Tanpa tanggung jawab, dikelilingi dengan orang-orang yang menyukaimu hanya karena dirimu, keluarga tanpa ikatan darah.

Namun di balik dunia yang hanya menawarkan warna ceria tersebut kini mulai menyibak duka. Kehilangan, kesedihan, kegagalan, dan jarak. Bagaimana hal tersebut mampu meluluh lantakan semua yang pernah ada. Tapi ini kehidupan, di kala semuanya tampak suram, senantiasa ada sepercik sinar yang menjadi tanda bagi harapan. Sebuah celah yang menyiratkan lalu tak prnah sepenuhnya musnah. Segala kebersamaan itu tak pernah sia-sia. Di kala kau membutuhkan bantuan, akan ada orang-orang bisa diandalkan. Kadang bahkan permintaan itu seperti sebuah oase di tengah ladang gersang. Kala kau merasa dunia tak membutuhkanmu, sebuah harapan yang diletakkan ke atas pundakmu menjadi berkah. Kau berharga!

Aku pikir itulah kehidupan. Gelap bukanlah lawan dari cahaya, melainkan ketiadaan. Satu spektrum. Gak perlu jadi Superman atau bahkan Wonder woman, kita hanya perlu melewatinya untuk dapat memahami kehidupan ini...

Selasa, 08 Februari 2011

Hidup itu......


Kenang lama tengah keheningan
Di kelam kesunyian malam
Hanya menggaung kaki tak terperanjak
Membisu di pertapaan malam
Sampai denting hati di titik nol
Arti hakiki di cari cari
Ayat ayat kasih di peluk

Melukis kabut tanpa dimensi
Di berapa langkah tubuh singgah
Seberapa jauh jejak sampai manusia lacak
Hidup itu hidup
Hidup tak di kata

Menuai sepenggalah kata dengan memecah asa kemustakhilan
Selaksa angan buta
Larut di arus deras mimpi
Jauh menjauh
Semakin jauh diri memandang hati
Menilai diri semakin asing

NB : Dari kata yang jauh terpelesat mungkin tak kau temukan arti tersirat, dari sajak sajaknya hanya dialog setan yang tak terjemahkan,kata kata pedat,sesat.pergelaran kata kata tersendat di saat saat istirah. Beragam arti kehidupan, ketahuilah ia tetap dan terus berjalan, hilangkan arti teori,hidup itu praktek ( tak hanya sekedar perjuangan ).Bahkan tak enggan orang beranggapan hidup itu sudah susah,kenapa juga masih kau pikirkan yang susah susah ( arti kehidupan ). Di rambatan renungan kesunyian berpautan setitik pencerahan....

Senin, 07 Februari 2011

Irisan Manusia Brengsek


Mungkinkah kau mengetahui sesuatu itu sepenuhnya benar ketika mengambil keputusan? Tak pernah ada kepastian, hingga akhirnya kau menjalani sesuatu dan mendapati ada hal-hal yang berjalan tidak sesuai rencana, atau sebaliknya, berjalan jauh lebih baik daripada yang kau harapkan. Hal inilah yang sering aku temukan ketika kepingan hidupku beririsan dengan orang-orang baru. Ada hal-hal kecil yang juga menjadi bagian dari kehidupan orang lain. Kesukaan-kesukaan yang sama, mimpi yang sama, irisan yang membuat kehidupan tak pernah sepi.

Senang dengan dunia yang tersenyum :)

Jumat, 04 Februari 2011

Once Last Night " Jalani Saja "


Once Last Night

Jalani saja,
tidaklah perlu menerka
janganlah berprasangka lebih
karena itu hanya akan membebani
yang buat kita tidak akan berpindah
hanya ada di tempat yang sama
selamanya, sampai kita tidak tahu kapan


utsukushii fun'iki wo tsukuridashi te kure te arigatō ..

Rabu, 02 Februari 2011

GARA GARA LILIN


Ny. O'Reilly yang sedang berjalan, berpapasan dengan Pastur O'Flannagan.

Pastur berkata, " Hai Ny . O'Reilly ... bagaimana kabar suami anda?
Bukankah saya yang menikahkan anda berdua kira-kira lima tahun yang lalu?

" Ya, memang andalah yang menikahkan kami, Pastur", jawab Ny. O'Reilly.

Lalu Pastur bertanya lagi, "Berapa anak anda sekarang?"

"Oh ... belum ada Pastur, kami belum mempunyai anak satupun."

"Baiklah, minggu depan aku akan pergi ke Roma, di sana aku akan berdoa dan menyalakan sebuah lilin untukmu", kata Pastur.

Bertahun-tahun kemudian, mereka bertemu lagi di jalan dan Pastur bertanya,
"Ny. O'Reilly apakah anda sudah mempunyai anak?"

"Oh sudah Pastur, saya mempunyai tiga pasang anak kembar, dan 4 orang anak yang tidak kembar, jadi semuanya ada sepuluh orang." jawab Ny. O'Reilly.

Lalu Pastur berkata,"Wow, bukankah itu sangat luar biasa!!
Lalu bagaimana keadaan suamimu?"

"Dia sedang pergi ke Roma", jawab Ny. O'Reilly

"Ke Roma???
Ada urusan apa dia berangkat ke Roma?", tanya Pastur.

"Mencoba mematikan lilin yang Pastur nyalakan." Jawab Ny. O'Reilly.

Selasa, 01 Februari 2011

Rindu Hujan


|Ayat Ayat Hujan

"Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit lalu kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau, Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah, dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman."(QS. 6:99)

Aku adalah hujan..
Turunku bersama sepi
Panjang merintik dengan indahnya
Aku adalah hujan..
Anak awan yang tak berlisan
Megah dengan kabut
Merona dengan dingin
Aku adalah hujan..
Indah di hantar pelangi saat kembali di ujung waktu

Senin, 31 Januari 2011

Suara Jiwa


Ada jiwa yg tergetar Ada hati yg berkeluh

Ada rasa yg bergolak

Saat saat indah waktu bersamamu

Kembali hadir dalam ingatan ini

Membenamkan diriku pada kisah masa lalu

Engkau hadir dalam setiap nafas dan gerakku

Meranalah kini aku dalam kesendirianku

Berteman sepi dan dinginnya malam

Membasuh pilar-pilar keangkuhan diri

Membongkar lebur semua kesombongan

Bersujud..

Berhamba..

Hanya Kepada_Mu...

# catatan dari seorang kawan #

" C I N T A " [ Persepsi Tak Berkesudahan ]

Ah..... Kata yang satu ini tak pernah tak disebutkan oleh sejuta umat dimuka bumi ini barang sedetik pun. Entah lewat deklarasi para pemuda pemudi ( Eh ga muda mudi aja ko, Ncang Ncing Nyak Babe juga boleh mendeklarasikannya, tentu saja dalam bingkai yang halal dan thoyyib), kemudian lewat lagu lagu melankolis yang menyayat-nyayat hati yang seringkali amat berlebihan (baca:lebay), ditambah puisi-puisi dahsyat melesat penuh dramatisasi, personifikasi dan metafora tentang bahagia dan nelangsa yang disebabkan cinta ( Terkapar... hatiku terkapar, hayah!) .Bahkan sinetron di TV ga mau kalah dengan memasang judul sederhana nan menjual “Cinta Fitri”, “Cinta Indah”, “Cinta Bunga”.... Besok cinta apa lagi ya.....”Cinta Uangmu” “cinta BMWmu” wah ini mah namanya matre!

Bosen ga sih denger kata “cinta” ???? kaya’nya basi banget yaaa, sampe teori-teori tentang cinta ga ada abisnya. Tidak bisa dipungkiri kadang pelakunya adalah insan-insan yang lebay (termasuk saya, ga ya -loh emang saya pelaku cinta??- ). Oia sebelum dibahas lebih lanjut... Kira2 penting ga ya bahasan tentang cinta ini? Emhhh,,, Penting ga penting, yeah hanya mencoba merefeleksikan dirinya berkaitan tentang cinta ( emang saya lagi jatuh cinta ya?? “ah ga biasa aja” Atau malah lagi patah hate?? “wah wah gimana ya..” saya lagi cuma gatel aja pengen nulis tentang cinta mengikuti jejak para mahluk tuhan yang mengupas -bawang bombay kali- dan menguliti-Ih sadis!- cinta seakan Ahlul Mahabbah, hayah lagi!), mengingat dan menimbang sebuah kemanfaatan bagi dirinya, syukur-syukur bisa memperoleh manfaat.

Cinta deritanya tiada akhir kata si Pat Kay dalam cerita Sun Go Kong, ada benernya ga yaa...( sambil pura-pura memahami hal ini dengan bijak- mengingat si pat kay adalah seorang eh seekor babi yang amat lebay yang kalo melihat perempuan cantik langsung ngilerrrr, jadi ungkapan pat kay diatas rasanya kurang bisa dipertanggung jawabkan secara moril! )

“Hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga” kata salah satu penyanyi dangdut yang mencoba berpuitis ria (dangdut emang gituuu penuh dengan efek dramatisasi baik dari segi lirik, cengkokan, apalagi bahasa tubuh... mau sedih atau bahagia terus aja goyang! mau goyang ngebor, gergaji, patah-patah....... pelakunya plinplan, penuh dualisme yang tidak sejalan, sedih tapi pinggul bisa goyang.. ironis bukan! kekekek... jadi jangan dipercaya ya)

“Aku tak bisa hidup tanpa kamu Fit, bagi aku kamu adalah segalanya... kata Farel mencoba meyakinkan fitri istrinya yang pernah dikhianati hatinya “pokoknya kalo aku ga bisa dapetin Farel, begitu juga kamu.. Fit..” Kata si Mischa orang ke 3 sadis yang ga pernah rela kehilangan cinta Farel -nonton Cinta Fitri dulu baru paham deh- Aduhh hari gini ngajakin nonton sinetron... kumaha iyeuuu?? [Mending nonton TV7 deh (nonton opera van java acara g jelas tp bisa buat ketawa, serasa hidup gak punya beban)]. Tapi bener deh ngikutin perkembangan sinetron Indonesia itu melelahkan “never ending conflict” padahal kehidupan nyata ga gitu-gitu amat. Tuhan Maha Adil.... Manusia tidak akan diuji melebihi kemampuannya. Jadi klo ga mau lelah, jangan coba-coba melirik sinetron ya.

Huffff, Efek lebay alias berlebihan memang tidak bisa dilepaskan dari kata cinta, bahkan para pelakunya tiba-tiba menjadi lebay, woro-woro menjadi pribadi melankolis abisss. Ih kok jadi sinis gini yach.. kaya ga pernah ngerasain cinta aja ??? Ya, pernah lah bok... Lha wong, aye ini pan manusia normal pisan. Pernah ko merasakan deg-degan, senyum senyum digazebo, or pipi bersemu-semu hangat klo ketemu si dia -dia siapa ya?- ( ABG bangetttt, eh tapi ini nyata loh jangan bilang siapa-siapa ya). Bahkan efek dramatisasi yang lebih lebay lagi pernah ane rasakan: Hati bergejolak sedemikian rupa melesat-lesat...jantung berdebar tiada henti, lambung menahan perih, kepala pusing cnat cnut hingga tiba-tiba air mata bercucuran dan jiwa terguncang... Hiii ini mah orang sakit beneran. Benarkah itu Cinta???

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana,
seperti dingin dengan air yang menjadikannya salju
seperti gembira dengan bibir yang menjadikannya senyum
seperti huruf dengan makna yang mejadikannya kata
seperti khusyuk dengan kata yang menjadikannya doa
seperti dirimu denganku yang menjadikannya satu.

(Dikutip Dari Buku “Biar Kuncupnya Mekar Jadi Bunga” Karya Anis Mata)
Nah tuh ungkapan tentang cinta yang cukup sederhana karya Anis Matta yang dilhami oleh puisi milik sastrawan Sapardi Djoko Damono “Aku Ingin”, silahkan nikmati

“Cinta”
Saya memang tak tau benar tentang cinta dan definisi yang melingkupinya, walaupun pernah dengan lugunya mengartikan sebuah fitrah yang melesat dan bergejolak indah namun getir bahwa itu cinta. Ane hanya manusia biasa, punya rasa punya hati, jangan samakan dengan pisau belati…….(wakakaka )

Saling cinta dan dipertemukan oleh Allah memang indah, tapi jika kemudian dipisahkan dari cinta oleh Allah pula, apakah ia masih tetap indah??? -hayo klo dah gini mo nanya siapa coba...-

" hidup itu spt rumpun bambu yg tumbuh di atas batu..."
Apa yg kau harap...?
apa yg kau tunggu..?
apa yg kau rasakan..?
apa yg kau pikirkan..?
hanya setetes embun ROHMAN dan ROHIIM...yg akan menghidupimu,.....
yg kau harap,yg kau tunggu,yang... kau rasaka dan yg kau pikirkan ...!!!
Adakah tetes embun yg melebihinya...????

sedikit tulisan dari seseorang yang mungkin g mau disebut guru, kyai, gus, ato apalah yang mengkhultuskan namanya, tp dialah yg terbaik yang pernah ada...... [ (bagi kalian perkumpulan manusia brengsek bisa liat postingan di FBnya Mbah), uuppps sory pst banyak yang bingung..., tenang aja tulisan ini buat semua golongan kok, kecuali para teroris tentunya]

Bagi saya tulisan itu lebih indah dari pada puisi Anis Matta, ada sesuatu yang lebih menggetarkan disana...walaupun sebenarnya juga susah banget untuk mencapai tahapan spt yang dimaksud dalam tulisan itu.... ( boro2 nyapai tahapan yg dimaksud, ngerti aja kagak...!!! dasar o'on, maafkan aku sayang, bukan maksudku, heloh heh kok malah nyanyi lagunya ungu sie. Maaf ya saya khilaf. ( xixixixixi )

Allahu Rahman Allahu Rohim Pemilik Segala, Maha Kuasa atas segala sesuatu di muka bumi atau di atap langit, bahkan diantara keduanya…… Tentang hujan dan pelangi, awan, angin dan juga burung-burung yang menjadi penghuninya. Allah-lah yang Maha Menetapkan…..Ketika cinta tak lagi menjadi sumber bahagia yang utama dan hal yang istimewa , sebab Allah is the one and only yang hakikinya mesti berdiam disini diatas segalanya berdiam ditahta yang paling tinggi. Didalam sebuah bejana mungil bernama hati.

So guys, silahkan cari dan pilih cinta kalian...
cinta kalian pada pasangan dan cinta kalian pada Tuhan, dan setelah dapat, letakkan ditempat yang nyaman, sesuka hatimu.....

Nb: Maap Maap ya klo ada yang salah.....

Jumat, 28 Januari 2011

Surat Buat Timnas Indonesia


Kawan, kita sebaya. Hanya bulan yang membedakan usia. Kita tumbuh di tengah sebuah generasi dimana tawa bersama itu sangat langka. Kaki kita menapaki jalan panjang dengan langkah payah menyeret sejuta beban yang seringkali bukan urusan kita. Kita disibukkan dengan beragam masalah yang sialnya juga bukan urusan kita. Kita adalah anak-anak muda yang dipaksa tua oleh televisi yang tiada henti mengabarkan kebencian. Sementara adik-adik kita tidak tumbuh sebagaimana mestinya, narkoba politik uang membunuh nurani mereka. Orang tua, pendahulu kita dan mereka yang memegang tampuk kekuasaan adalah generasi gagal. Suatu generasi yang hidup dalam bayang-bayang rencana yang mereka khianati sendiri. Kawan, akankah kita berhenti lantas mengorbankan diri kita untuk menjadi seperti mereka?

Di negeri permai ini, cinta hanyalah kata-kata sementara benci menjadi kenyataan. Kita tidak pernah mencintai apapun yang kita lakukan, kita hanya ingin mendapatkan hasilnya dengan cepat. Kita tidak mensyukuri berkah yang kita dapatkan, kita hanya ingin menghabiskannya. Kita enggan berbagi kebahagiaan, sebab kemalangan orang lain adalah sumber utama kebahagiaan kita. Kawan, inilah kenyataan memilukan yang kita hadapi, karena kita hidup tanpa cinta maka bahagia bersama menjadi langka. Bayangkan adik-adik kita, lupakan mereka yang tua, bagaimana mereka bisa tumbuh dalam keadaan demikian. Kawan, cinta adalah persoalan kegemaran. Cinta juga masalah prinsip. Bila kau mencintai sesuatu maka kau tidak akan peduli dengan yang lainnya. Tidak kepada poster dan umbul-umbul, tidak kepada para kriminal yang suka mencuci muka apalagi kepada kuli kamera yang menimbulkan kolera. Cinta adalah kesungguhan yang tidak dibatasi oleh menang dan kalah.

Hari-hari belakangan ini keadaan tampak semakin tidak menentu. Keramaian puluhan ribu orang antre tidak mendapatkan tiket. Jutaan orang lantang bersuara demi sepakbola. Segelintir elit menyiapkan rencana jahat untuk menghancurkan kegembiraan rakyat. Kakimu, kawan, telah memberi makna solidaritas. Gocekanmu kawan, telah mengundang tarian massal tanpa saweran. Terobosanmu, kawan, menghidupkan harapan kepada adik-adik kita bahwa masa depan itu masih ada. Tendanganmu kawan, membuat orang-orang percaya bahwa kata “bisa” belum punah dari kehidupan kita. Tetapi inilah buruknya hidup di tengah bangsa yang frustasi, semua beban diletakkan ke pundakmu. Seragammu hendak digunakan untuk mencuci dosa politik. Kegembiraanmu hendak dipunahkan oleh iming-iming bonus dan hadiah. Di Bukit Jalil kemarin, ada yang mengatakan kau terkapar, tetapi aku percaya kau tengah belajar. Di Senayan esok, mereka bilang kau akan membalas, tetapi aku berharap kau cukup bermain dengan gembira.

Firman Utina, kapten tim nasional sepak bola Indonesia, bermain bola lah dan tidak usah memikirkan apa-apa lagi. Sepak bola tidak ada urusannya dengan garuda di dadamu, sebab simbol hanya akan menggerus kegembiraan. Sepak bola tidak urusannya dengan harga diri bangsa, sebab harga diri tumbuh dari sikap dan bukan harapan. Di lapangan kau tidak mewakili siapa-siapa, kau memperjuangkan kegembiraanmu sendiri. Di pinggir lapangan, kau tidak perlu menoleh siapa-siapa, kecuali Tuan Riedl yang percaya sepak bola bukan dagangan para pecundang. Berlarilah Firman, Okto, Ridwan dan Arif, seolah-olah kalian adalah kanak-kanak yang tidak mengerti urusan orang dewasa. Berjibakulah Maman, Hamzah, Zulkifli dan Nasuha seolah-olah kalian mempertahankan kegembiraan yang hendak direnggut lawan. Tenanglah Markus, gawang bukan semata-mata persoalan kebobolan tetapi masalah kegembiraan membuyarkan impian lawan. Gonzales dan Irvan, bersikaplah layaknya orang asing yang memberikan contoh kepada bangsa yang miskin teladan.

Kawan, aku berbicara tidak mewakili siapa-siapa. Ini hanyalah surat dari seorang pengolah kata kepada seorang penggocek bola. Sejujurnya, kami tidak mengharapkan Piala darimu. Kami hanya menginginkan kegembiraan bersama dimana tawa seorang tukang becak sama bahagianya dengan tawa seorang pemimpin

Negara. Tidak, kami tidak butuh piala, bermainlah dengan gembira sebagaimana biasanya. Biarkan bola mengalir, menarilah kawan, urusan gol seringkali masalah keberuntungan. Esok di Senayan, kabarkan kepada seluruh bangsa bahwa kebahagiaan bukan urusan menang dan kalah. Tetapi kebahagiaan bersumber pada cinta dan solidaritas. Berjuanglah layaknya seorang laki-laki, kawan. Adik-adik kita akan menjadikan kalian teladan!

Rabu, 26 Januari 2011

Tidak Perlu Tertenduk Lesu Kawan

Tidak perlu tertenduk lesu kawan.

Pertama-tama selamat kepada Malaysia. Saya dan sebagian besar penduduk Indonesia pastinya setuju, Upin dan Ipin bermain jauh lebih baik dalam pegelaran piala ini. Sebagai bangsa yang besar, seharusnya kita juga menunjukkan jiwa yang besar. Mengucapkan selamat kepada lawan yang sudah unggul kepada kita adalah tindakan yang sportif dan menurut saya itu adalah pemenang sejati dalam pertandingan.

Tidak perlu tertenduk lesu kawan.

Bahwa harapan itu masih ada. Permainan yang ditampilkan Indonesia malam ini sejujurnya terbaik dalam 4 tahun terakhir. Menurut saya, lebih baik ketika kita menjadi tuan rumah piala Asia 2007. Ketika kita mengalahkan Bahrain, permainan timnas kita beruntung. Timnas malam ini jauh lebih baik daripada itu dan saya yakin, kita mestinya bisa bermain lebih baik dan sempurna lagi.

Tidak perlu tertenduk lesu kawan.

Bahwa kekalahan akan mengajarkan kita pada proses pendewasaan kita. Proses pendewasaan agar kita terlatih menjadi seorang jawara. Bukankah seorang jawara harus melewati yang namanya terjatuh terlebih dahulu, baru kemudian menjadi pemenang? Malaysia lebih baik pada malam ini dan Malaysia lebih beruntung karena terjatuh lebih dahulu daripada kita. Tapi bukankah, proses pendewasaan tidak mengenal waktu? tidak ada kata terlambat untuk semua ini.

Tidak perlu tertenduk lesu kawan.

Kita masih punya penonton luar biasa, yang mau berkorban nyawa hanya untuk menonton timnas di stadion kebesaran kita? Penonton Malaysia mungkin sama hebohnya ketika mereka bertanding di kandangnya, tapi tahukah Stadion mereka hanya terisi 2/3 untuk pendukung Malaysia dan kita yang mengisi 1/3 nya. Bahwa kita masih bersyukur, selalu ada orang-orang yang mau mengorbankan sesuatu untuk melihat kita, melihat permainan kita. 80 ribu dan semua berwarna MERAH adalah pemain ke 12, mereka semua cuma mau satu, bahwa kita tidak akan pernah di stadion kebanggan presiden pertama kita.

Tidak perlu tertenduk lesu kawan.

Iya tidak perlu lesu, penyesalan hanya akan menjadikan kita sebagai seorang pecundang. Yang tidak bisa memperbaiki diri dan mudah berputus asa. Kalian sudah menjadi pahlawan kami apapun hasilnya sebenarnya. Kalian sudah membangkitkan mimpi penduduk Indonesia, bahwa sebenarnya kita masih punya harapan. Bahwa kita adalah bangsa yang besar dan kita adalah calon JUARA BARU !.

Semangat Indonesia!,

Bahwa harapan itu masih ada :)

Senin, 24 Januari 2011

INDONESIA WILL RULE THE WORLD!!


Suatu pagi, kami menjemput seseorg klien di bandara. Org itu sdh tua, kisaran 60 thn. Si Bpk adl pengusaha asal Singapura, dgn logat bicara gaya melayu & english, beliau menceritakan pengalaman2 hidupnya kpd kami yg msh muda.

Beliau berkata, "Ur country is so rich!"

Ah biasa banget denger kata2 itu. Tapi tunggu dulu... "Indonesia doesn't need the world, but the world needs Indonesia," lanjutnya. "Everything can be found here in Indonesia, U don't need the world."

"Mudah saja, Indonesia paru2 dunia. Tebang saja hutan di kalimantan, dunia pasti kiamat. Dunia yg butuh Indonesia! Singapura is nothing, we can't be rich without Indonesia.. 500.000 org Indonesia berlibur ke Singapura tiap bulan.. Bisa terbayang uang yg masuk ke kami, apartemen2 terbaru kami yg beli org2 Indonesia, ga peduli harga selangit, laku keras.

Lihatlah RS kami, org Indonesia semua yg berobat. Trus, kalian tau bgmna kalapnya pemerintah kami ketika asap hutan Indonesia masuk? Ya, bener2 panik. Sangat terasa, we are nothing. Kalian tau kan kalo Agustus kmrn dunia krisis beras. Termasuk di Singapura dan Malaysia? Kalian di Indonesia dgn mudah dpt beras..

Liatlah negara kalian, air bersih di mana2, liatlah negara kami, air bersih pun kami beli dari Malaysia. Saya ke Kalimantan pun dlm rangka bisnis, krn pasirnya mengandung permata. Terliat glitter kalo ada matahari bersinar. Penambang jual cuma Rp 3.000/kg ke pabrik china, si pabrik jual kembali seharga Rp 30.000/kg.

Saya liat ini sbg peluang.. Kalian sadar tidak kalo negara2 lain selalu takut meng-embargo Indonesia?! Ya, karena negara kalian memiliki segalanya. Mereka takut kalau kalian menjadi mandiri, makanya tidak di embargo. Harusnya KALIANLAH YG MENG-EMBARGO DIRI KALIAN SENDIRI.

Belilah pangan dr petani2 kita sendiri, belilah tekstil garmen dr pabrik2 sendiri.. Tak perlu impor klo bs produk sendiri. Jika kalian bs mandiri, bisa MENG-EMBARGO DIRI SENDIRI, INDONESIA WILL RULE THE WORLD!! :)